Sabtu, 05 November 2016

KPSI SOLORAYA


KPSI, Singkatan dari Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia. Mungkin untuk sebagian orang banyak yang belum faham apa itu KPSI. KPSI itu adalah sebuah komunitas atau Organisasi Nirlaba yang bertujuan berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengobatan, dan pemulihan gangguan Jiwa.

Bahkan, dari 20 orang yang aq tanya apa itu KPSI hnya 2 orang yang mempunyai pemahaman tentang apa itu KPSI meskipun masih minim. Nah disinilah tugas kami sebagai Team KPSI mengajak, mensosialisasikan apa saja program dari KPSI.
Sebenarnya KPSI sudah berdiri sejak tahun 2009, pendirinya adalah Bagus Utomo. Dimana beliau ini merupakan Cargiver ( Pendamping ODS), dimana salah satu kelurganya mengalami Gangguan Paranoid Delusion. Karena pengetahuan keluarganya yang minim,beberapa tahun hampir tidak mendapat pengobatan medis, maka situasi yang beliau alami sangat buruk.dan pengobatan putus begitu saja. Akhirnya keluarga beliau hanya mengandalkan pengobatan alternatif. Ini yang membuat penderitaan panjang, yang seringkali hampir berakhir tragis.
Itulah sepenggal kisah dari Keluarga Bagus Utomo selaku Pendiri Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia.




Kembali lagi ke KPSI ya gaes.........
KPSI itu sendiri beranggotakan Orang Dengan Skizofrenia/ODS,Keluarga/caregiver dan orang2 yang peduli dengan isu kesehatan.
Banyak rekan2 dikomunitasku menanyakan, apa arti ODS dan apa itu Caregiver..., ODS itu singkatan dari Orang Dengan Skizofrenia,dimana Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental yang disertai halusinasi,paranoid sampai delusi atau waham dimana dia meyakini sesuatu yang salah. Waham itu bisa dikatakan Keyakinan Palsu,contohnya Seseorang yang yakin akan kemampuan nya mengobati orang sakit,padahal dia sendiri tidak mempunyai ilmu medis.
Seperti yang dialami sahabatku masa kecil,sebut saja Melati. Dia orangnya pinter,cerdas,dan ketika mengikuti perlombaan selalu mendapat juara. Setelah memasuki jenjang SMU,dia mengalami kekecewaan yang sangat berat karena tidak diterima di SMU impianya. Nah disinilah dia mulai mengalami gangguan kejiwaan. Dimana semasa hidupnya selalu mendapatkan apa yang diharapkan. Ketika ada hal yang mengecewakan akan membuatnya down. Andai saja Melati bisa memanage hati dan jiwanya dengan baik,maka semua itu tidak akan terjadi. Selama hidupnya tidak boleh berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter Spesialis Kejiwaan.
Terkadang ODS merasa sehat biasanya berhenti minum obat,tapi hal itu justru akan membuat semakin parah.
Sedangkan Caregiver itu adalah Pendamping, yang merawat salah satu keluarganya yang mengidap Skizofrenia.

Tingginya problematika saat ini, tidak menutup kemungkinan membuat psikis terganggu,dan jika tidak segera ditangani maka akan berakibat fatal. Tentunya masih banyak hal2 yang memicu terjadinya gangguan kejiwaan,salah satunya adalah Kekecewaan yang berat dikala apa yang menjadi harapanya tidak tercapai.

SEKRETARIAT KPSI

Untuk sekretariat awal pun kpsi soloraya mengambil tempat dibasecamp Vagus FK UNS,kemudian berpindah2 tempat sesuai rumah koordinatornya. Baru pada tahun 2015 kami pelan2 lepas dari Vagus FK UNS untuk mandiri.Namun anggota KPSI Soloraya masih banyak yang berasal dri mahasiswa fk uns.Dengan semakin banyaknya perhatian dari beberapa kalangan terutama medis Profesional seperti psikiatris dan masyarakat umum yang peduli akhirnya mendorong  Fida Nastiti selaku Founder Kpsi simpul soloraya mengadakan kopdar 1 yang diselenggarakan pada bulan November 2011 di taman balaikambang surakarta.
Kopdar pertama ini dihadiri oleh dr. Tika Prasetyawati (yg ikut membantu berdirinya kpsi soloraya),ods,caregiver,masyarakat umum ,adik2 fk uns,psikolog dan hadir juga kpsi simpul Jogja yang memberikan dukungan

VISI & MISI KPSI

Visi dan misi KPSI Soloraya sejalan dengan visi misi kpsi pusat yaitu memberi dukungan dan edukasi tentang skizofrenia ke ODS,keluarga,dan masyarakat umum. Menghapus stigma ,dan mengajak masyarakat untuk peduli pada ODS. dimana diharapkan menjadi motor penggerak kesehtan jiwa yang secara bersama2 dengan instansi terkait ikut memberikan masukan pada pemerintah untuk peningatan pelayanan ODS

PROGRAM-PROGRAM KPSI

Program-program KPSI Soloraya masih sederhana dan belum selengkap KPSI Pusat. Namun kami sudah berusaha menjalankan beberapa program rutin,seperti Kopdar 3 bln sekali, home visite (kunjungan kerumah ODS untuk memberikan support dan menjalin sillaturahmi). Selaen itu juga ada program tahunan seperti talkshow dan seminar,psiko-edukasi,gerakan berbagi info dalam bentuk pamflet atau selebaran,buka bersama pada bulan Ramadhan dan pendampingan bagi ODS.
Meskipun kami belum mempunyai sekretariat yang mapan dan independen,namun kami berusaha semaksimal mungkin membantu ODS dan keluarga yang membutuhkan,menjadi tempat berbagi,berkeluh kesah dan mengedukasi  masyarakat soloraya agar peduli dan faham tentang masalah kesehatan jiwa.

Nah salah satu langkah untuk mensosialisasikan pada masyarakat tentang KPSI kami melakukan talkshow lewat Radio disurakarta. Sore tadi pukul 5 Sore saya mewakili Relawan KPSI bersama Mas Agus selaku ODS yang berhasil sembuh dan bisa menyemangati ODS-ODS melakukan On Air lewat JPI FM Radionya Solo.
Narsis bentar ya gaes........



Semoga semakin banyak masyarakat yang tahu tentang KPSI maka harapan untuk menghilangkan stigma Gila bagi ODS semakin berkurang.
Mari kita rangkul,kita dukung Orang Dengan Skizofrenia agar kembali ke masyarakat. Dan kembali produktif lagi.Dan Mari bersama-sama belajar dan berjuang untuk mengikis stigma negatif terhadap ODS (Orang Dengan Skizofrenia) dan ODMGJ (Orang Dengan Masalah Gangguan Jiwa).

Yuk untuk cargiver, Relawan yang mau gabung bisa hubungi kami :
Iffah Ipeh : 085647555560
Fida Nastiti : 089637034981
Astuti Parengkuh : 085642037129

Atau bisa gabung di fanspage kami klik disini


12 komentar:

  1. Mungkin kepedulian masyarakat terhadap para penderita kejiwaan kurang, semoga KPSI bisa mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap penderita gangguan jiwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Lukman, terkadang ada keluarga yg menutup diri krn dianggap it adalah sbg aib,jd kpsi susah menjangkau mereka.dan alhmdulillah,kita sdh mdpt dukungan penuh dari dokter2 RSJD, dan dinsos surakarta.

      Hapus
  2. Kemampuan memenej diri bisa dilatih dari kecil. Jangan semua keinginan anak dikabulkan walau mampu. Supaya mereka bisa survive ketika menghadapi hal di luar harapannya.
    Pengetahuan saya ttg gangguan kejiwaan masih dikit.. Makasih sharing nya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mb Ety, makanya untk emak2 yg multitasking kudu punya me time ya mbk.biar jiwa lbh fresh.

      Hapus
  3. Saya tahu ttg skizofrenia dari TV wktu itu..lp stasiun apa.
    Benar y mbak..kita hrs bisa memenej dari hati dan pikiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo mak rika, makane emak2 harus punya me time.biar jiwa ne fresh.

      Hapus
  4. Alhamdulillah sudah ada komunitasnya. dulu sempat debat ma temen, yang pernah bilang buat apa bikin komunitas peduli ma mereka? kalau punya dana, mendingan buat bantuin anak-anak tak mampu buat sekolah. Tapi, justru beasiswa anak sekolah itu udah banyak, sementara kepedulian pada orang-orang skizopreni itu baru sedikit.Dan ini, untung sudah ada komunitasnya yang peduli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo mb aida,sejak 2009. Tp yen disolo 2010.ada kok salah satu ODS bisa sembuh,krn dukungan dari keluarga dn kmunitas.

      Hapus
  5. Kapan2 kalo ada seminar atau sosialisasi mau dong dikabari mbak..nice info..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke mb Wi2d, nanti aq share di grup.biasane kegiatan msh nebeng dgn kegiatan di RSJD.SURAKARTA.hehe

      Hapus
  6. Mba.. mau dong Uti gabung disini
    Caranya gimans.. ada kerabat uti yang anaknya bernasib seperti itu.

    BalasHapus
  7. Wah, ada komunitasnya ya. Selamat berkarya deh

    BalasHapus